Teman-teman ku...

Tampilkan postingan dengan label celotehan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label celotehan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 08 Maret 2011

Angkot Vs Penumpang

Seperti biasa, Angkutan Umum atau yang lebih dikenal dengan sebutan angkot selalu menjadi kenderaan andalan gw tiap kali berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain, seperti : pergi ke kantor dan pulang kantor, selain karna ongkosnya lebih manusiawi juga disebabkan karna ketidak piawaian gw dalam mengenderai sepeda motor apalagi mobil hehehe

So... di kota sekecil ini gw cuma diberi kebebasan untuk memilih dua opsi, yakni : angkot dan becak, nah seperti kata gw tadi gw memilih angkot.

Namun,
Ada sesuatu yang selama ini gw tidak suka dari para supir angkot (maaf, gw tau itu tidak semuanya) sikapnya yang terlalu arogan.
Apakah ini sudah menjadi tuntutan karna beratnya tekanan hidup? atau kerasnya debu dan polusi dijalananlah yang memaksa meraka? Entah!!!

Seperti pengalaman gw kemarin sore _Senin, 07/03/11_.
Angkot sang supir sudah "padat merayap" (kalau boleh gw pinjam istilah itu) bahkan jari tangan pun sudah tak bisa lagi disisipkan diantara deretan manusia yang berhimpitan didalammnya, tapi tetap saja sang supir seenaknya berhenti dan memaksa menumpang yang dia temui dijalan untuk menaiki angkot "padat merayapnya" itu? mau diselipkan dimana manusia manusia itu?

Penumpang berhak menolak, keselamatan dan juga kenyamanan dia butuhkan. Bukan sekedar sampai ke tujuan.

Taukah apa yang terjadi jika penumpang itu menolak untuk naik? dia _sang supir_ akan berteriak dengan lantang dan dibumbui dengan makian tajam (setajam silet!!! seperti kata Feni rose di infotainment) :

"NAIK MOBIL PRIBADI AJA KALO MAU LONGGAR, BLA...BLA...BLA..."

Hiks....>.<
Tau kah sang supir itu jika dibelakangnya masih banyak angkot lain, masih jauh dari kata "padat merayap", masih kosong dan sedang menitikkan keringat mencari penumpang?

Tau kah sang supir, rekan-rekan seProfesi dia juga butuh sesuap nasi untuk menyambung hidupnya dan keluarganya?

Jadi kenapa sang supir HARUS marah jika penumpang menolak?

Kenapa mereka tidak mau berbagi kepada rekan seperjuanganya?

Kemiskinan? kesulitan hidup? sesuap nasi? itu kah yang membuat kita kehilangan KASIH?

Gw tau ini hanyalah segelintir masalah kecil ditengah-tengah miskinnya etika di negeri ini, gw hanya ingin kita orang kecil saling menghargai dan saling peduli, karena mungkin etika itu harus dimulai dari bawah. Nampaknya yang diatas, yang duduk di kursi empuk, ber-jas dan berdasi sedang sibuk menjadi PARA pakar etika dan sedang disibukkan dengan sebuah pertemuan, mungkin membahas rumus baru sebuah ETIKA dan MORAL*

Senin, 07 Maret 2011

Hari Sabtu, Minggu dan Senin

Sabtu, libur hari raya nyepi...

*selamat nyepi bagi teman-teman yang merayakan*
Akibat dari kurva kesehatan gw yang sedikit menurun, kepala pening, badan rasanya pengen rontok smua huhuhu *untung gak beneran rontok* dan sumpah rasanya gak nyaman banget hiks hiks hiks. Gw putusin liburan kali ini gak kemana-mana *seperti biasa sih hehehe*, libur nyepi yang jatuh hari sabtu -emang biasanya juga tiap sabtu libur- gw habiskan dengan istirahat dirumah seharian full *benar2 menyepi gw*.

Biasanya tiap sabtu atau libur jika tak ada acara kemana-mana gw ngabisin waktu dengan baca buku, yahhhh baca buku adalah cara paling ampuh buat ngisi waktu luang, tapi bukan untuk sabtu kemaren, kesehatan yang menurun membuat gw enggan untuk menyentuh buku, lagi pula sudah tak ada lagi koleksi buku dirak gw yang belum gw baca hihihi... 
Si 'mas' disuruh cari buku dari hari kamis sampai jumat malah tidak mendapatkan apa-apa kecuali capek karna berputar-putar dari satu toko buku ke toko buku lainnya, kacian dia hihihi... *makasih yah*

hari Minggu....

Kurva kesehatan gw mulai bergerak ke titik normal meskipun belum sepenuhnya karna masih sedikit pusing jika berdiri tiba-tiba.
tik tik tik....gw jalani hari minggu dengan melayani Tuhan di Gereja lokal gw sebagai singer *meskipun suara masih jauh dari kata BAGUS hehehe* 

nah hari Senin ini...

Krekkk krekkk krekkkkk
Giliran leher sebelah kiri gw yang ketiban masalah, tiap kali ngelirik ke kiri rasanya sakit banget huaaaaaaa.... ada apa lagi sih ini?, kata mama tadi pagi : "salah tidur tuh" gw jadi mikir : "Kok bisa? padahal gw tidurnya ditempat tidur gw, jadi gak salah kan?" Aneh aneh aja memang...hihihi

Tetap semangat!!!

Yah...sekalipun kurva kesehatan terkadang naik turun bukan menjadi alasan untuk tidak bersyukur, setitik masalah tidak akan biasa membendung kebahagian yang sudah disediakan Tuhan untuk kita cicipi, kita diciptakan untuk bahagia.

Melihat mama, papa dan orang-orang yang gw kasihi tersenyum aja gw udah senangnya minta ampun bagai mana gw tidak bersyukur buat hidup yang gw jalani saat ini, sekalipun saat ini untuk sementara gw gak bisa melirik ke arah kiri dengan baik hihihihi....


Makasih Tuhan, Kau sungguh indah.....
 

Senin, 28 Februari 2011

Jangan tanyakan itu

Satu orang...
dua orang...
tiga orang...
dst...

Entah sudah beberapa banyak orang sudah menghujaniku dengan pertanyaan itu, satu orang, dua orang bertanya bagi ku itu biasa, tapi semakin banyak dan semakin sering orang bertanya aku mulai jenuh.

Aku tau pertanyaan itu adalah bentuk dari kepedulian mereka, perhatiaan. Tapi taukah mereka bahwa pertanyaan itu membuat ku bosan huhuhu (sampai segitunya kah hehehe).

Benar. Walau sedikit alay or lebay setiap kali tiba pada perbincangan yang menjurus kesitu aku mulai was-was akan dihadiahi dengan pertanyaan yang sangat menyeramkan, inilah pertanyaan-pertanyaan itu :

1. Siapa calon mu sekarang?
2. Kapan nikah?
3. Berapa umur mu sekarang? *liat wajah gw yang masih imut2 gini masa sih gak tau berapa umur gw... wkwkwkw*
4. Teman mu udah nikah tuh, kamu kapan nyusul?
(menyeramkan bukan???)

Ohhhhh my God, tolong katakan kepada mereka untuk tidak menanyakan itu lagi... huhuhu

"No coment" jawaban untuk setiap pertanyaan itu *bergaya ala artis papan cucian eh papan atas*

"Tolong hargai privasi saya" sekali lagi untuk setiap pertanyaan itu *lagi-lagi bergaya ala artis yang lagi naek daon (ulat bulu kaleeeee)*

Arggghhhh....itulah kehidupan yang harus aku jalani, hidup dalam budaya timur yang saling peduli bahkan terkadang amat sangat peduli akan 'penderitaan' sesamanya membuat ku terus menerus diguyur pertanyaan itu sampai aku basah kuyup ngelap air mata *halahhhhhh apa sih...*

Yahh, wajar sih di usia yang sudah masuk dalam kategori "matang" ini *tapi hemat diwajah kan? hihihi* pertanyaan-pertanyaan itu digantungkan dileher gw sampai kecekikkkkkk.

Tapi maaf saat ini pertanyaan itu belum terjawab dan tolong jangan tanyakan itu.

Sabar yah pertanyaan itu pasti akan ku jawab....*emang ada yang nungguin yah? wkwkwkw*

#Satu yang ku tau PASTI, Tuhan tak pernah terlambat memberi ku yang terbaik#





wajah imut gw...hahahahaha